Batam – Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., secara resmi membuka kegiatan Sosio Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 yang menjadi forum strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan.
Kegiatan yang dihadiri oleh unsur pemerintah, pemangku kepentingan, dunia usaha, serta perwakilan berbagai instansi terkait ini menjadi wadah penting untuk membahas berbagai isu pembangunan sosial dan ekonomi yang menjadi kepentingan bersama kedua negara. Forum tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan kawasan perbatasan yang berdaya saing.
Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Riau menyampaikan bahwa posisi strategis Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadikan kerja sama lintas negara sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah. Oleh karena itu, forum Sosek Malindo diharapkan dapat menghasilkan berbagai rekomendasi dan program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah.
Menurutnya, hubungan yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Malaysia, khususnya melalui forum Sosek Malindo, telah memberikan kontribusi positif dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, ketenagakerjaan, pariwisata, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Ke depan, kerja sama tersebut perlu terus diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin dinamis.
Forum Sosek Malindo juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah berjalan serta menyusun langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan pada periode berikutnya. Berbagai isu yang menjadi perhatian bersama dibahas secara komprehensif guna menghasilkan solusi yang dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan perbatasan.
Pada kesempatan tersebut, peserta forum turut membahas peluang penguatan kerja sama di bidang ekonomi melalui peningkatan konektivitas, kemudahan investasi, pengembangan sektor perdagangan, serta dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Selain itu, aspek sosial seperti pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam agenda pembahasan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kawasan perbatasan yang maju, aman, dan sejahtera. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra dari Malaysia, diharapkan berbagai program yang dirumuskan dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Sebagai daerah yang memiliki kedekatan geografis, historis, dan budaya dengan Malaysia, Kepulauan Riau memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Oleh karena itu, hasil-hasil yang diperoleh dari forum Sosek Malindo diharapkan dapat menjadi landasan dalam meningkatkan kerja sama yang lebih luas dan produktif di masa mendatang.
Kegiatan pembukaan Sosio Ekonomi Malaysia–Indonesia Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Forum ini menjadi bukti nyata komitmen kedua negara untuk terus membangun kemitraan yang saling menguntungkan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat serta kemajuan kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
lebih panjang
Gubernur Kepulauan Riau Resmi Buka Sosio Ekonomi Malaysia–Indonesia (SOSEK MALINDO) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026
Batam – Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., secara resmi membuka kegiatan Sosio Ekonomi Malaysia–Indonesia (SOSEK MALINDO) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 yang diselenggarakan sebagai forum strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah pusat dan daerah, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam pembangunan kawasan perbatasan.
Pelaksanaan SOSEK MALINDO merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui peningkatan kerja sama di berbagai sektor pembangunan. Forum ini menjadi sarana koordinasi dan konsultasi dalam membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, perdagangan, investasi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura. Kondisi geografis tersebut menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu gerbang utama aktivitas ekonomi, perdagangan, investasi, dan mobilitas masyarakat antarnegara. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi yang kuat melalui forum SOSEK MALINDO menjadi sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Gubernur, hubungan yang terjalin antara Indonesia dan Malaysia selama ini telah memberikan banyak manfaat bagi kedua negara, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. Berbagai bentuk kerja sama yang telah dilaksanakan mampu mendorong peningkatan aktivitas perdagangan lintas batas, memperkuat hubungan sosial budaya masyarakat serumpun, serta membuka peluang investasi yang lebih luas bagi pelaku usaha.
"Forum SOSEK MALINDO bukan hanya menjadi wadah diskusi dan koordinasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, berbagai tantangan pembangunan di kawasan perbatasan dapat diatasi secara bersama-sama," ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa perkembangan global yang semakin dinamis menuntut adanya kerja sama yang lebih erat dan adaptif. Tantangan seperti pemulihan ekonomi, transformasi digital, peningkatan daya saing daerah, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara berbagai pihak.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan. Di bidang ekonomi, peserta membahas upaya peningkatan konektivitas perdagangan dan investasi, pengembangan kawasan ekonomi strategis, peningkatan ekspor produk unggulan daerah, serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar regional maupun internasional.
Selain sektor ekonomi, aspek sosial juga mendapat perhatian khusus. Pembahasan mencakup peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan tenaga kerja migran, pemberdayaan masyarakat perbatasan, serta penguatan hubungan sosial dan budaya yang selama ini telah menjadi salah satu fondasi hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai program kerja yang telah dilaksanakan sebelumnya. Melalui evaluasi tersebut, para peserta dapat mengidentifikasi berbagai capaian, tantangan, serta peluang yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas kerja sama pada masa mendatang. Hasil evaluasi dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program kerja berikutnya.
Sebagai daerah yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari kawasan kepulauan dan perbatasan, Kepulauan Riau memiliki kepentingan yang besar terhadap keberhasilan forum SOSEK MALINDO. Berbagai sektor strategis seperti transportasi laut, logistik, pariwisata, perikanan, perdagangan, dan investasi sangat bergantung pada terciptanya hubungan yang harmonis dan kerja sama yang kuat dengan negara-negara tetangga.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program kerja sama lintas negara yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah di wilayah perbatasan, serta mitra kerja dari Malaysia guna menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan SOSEK MALINDO Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026, diharapkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia semakin erat serta mampu menghasilkan berbagai langkah konkret yang dapat mempercepat pembangunan kawasan perbatasan. Dengan semangat kolaborasi dan kemitraan yang kuat, forum ini diharapkan menjadi katalisator dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai daerah perbatasan yang maju, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun internasional.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan diakhiri dengan harapan bersama agar seluruh hasil pembahasan dalam forum SOSEK MALINDO dapat ditindaklanjuti secara optimal demi terciptanya hubungan kerja sama yang semakin produktif antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Provinsi Kepulauan Riau.